Lianawati Lie usai acara Imlek Festival 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/2/2026)
Kolaborasi Ramadan–Imlek di Lapangan Banteng, Lianawati Lie Tebar 250 Layang-Layang untuk Anak Yatim
- By Admin --
- Sunday, 22 Feb, 2026
KOPERZONE - Suasana Imlek Festival 2026 di Lapangan Banteng, Minggu (22/2/2026), terasa berbeda. Di tengah semangat kebersamaan Ramadan dan Tahun Baru Imlek, ratusan anak tampak antusias menerbangkan layang-layang berbentuk kuda yang dibagikan secara gratis.
Di balik kemeriahan itu, ada sosok Lianawati Lie, desainer layang-layang Indonesia yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia 'Kite' sport internasional. Ia hadir sebagai tamu undangan sekaligus pendukung acara, membawa konsep layang-layang kuda sebagai simbol Tahun Kuda dan energi kebersamaan lintas budaya.
Awalnya, peresmian direncanakan dengan menerbangkan layang-layang kuda tiga dimensi yang dilengkapi lampu LED warna-warni. Namun, cuaca tak berpihak. Angin yang minim membuat layangan raksasa itu batal mengudara dan akhirnya hanya ditampilkan di atas panggung sebagai display.
“Kalau anginnya mendukung, kudanya bisa menyala dan berganti warna saat terbang. Tapi hari ini belum rezekinya,” ujar Lianawati sambil tersenyum, kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).
Meski begitu, semangat berbagi tak surut. Sebanyak 1.000 layang-layang kuda dua dimensi telah disiapkan. Pada hari pertama, 250 di antaranya dibagikan kepada anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Sekitar 150 layang-layang diterbangkan bersama dalam seremoni pembukaan, menciptakan langit penuh warna yang disambut sorak-sorai anak-anak.
“Seratus untuk anak yatim, selebihnya untuk masyarakat umum. Ini bagian dari agenda berbagi Ramadan kami,” jelasnya.
Simbol Harmoni Dua Perayaan
Momentum Ramadan yang berdekatan dengan perayaan Imlek tahun ini dimaknai sebagai simbol persatuan. Lianawati berharap kolaborasi dua perayaan besar ini menjadi ruang mempererat toleransi.
“Supaya kita bisa selalu berdampingan, tidak membeda-bedakan agama, suku, maupun latar belakang. Semua bersatu untuk Indonesia,” tuturnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk kembali menikmati permainan tradisional di ruang terbuka. Menurutnya, layang-layang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana membangun kreativitas, sportivitas, dan kedekatan dengan alam.
“Anak-anak sekarang terlalu dekat dengan gadget. Lewat layang-layang, kita ajak mereka kembali ke alam. Itu sangat positif,” katanya.
30 Tahun Lebih Mengudara di Dunia Internasional
Berpengalaman lebih dari tiga dekade, Lianawati mengaku telah meraih gelar juara di puluhan negara. Ia bahkan menyebut Indonesia kini mampu bersaing di level dunia dalam olahraga layang-layang.
“Indonesia sekarang tidak kalah. Bahkan bisa dibilang the best,” ujarnya bangga.
Dalam waktu dekat, ia akan kembali memenuhi undangan festival internasional di Spanyol dengan pembiayaan penuh. Salah satu karya tematiknya yang unik kembali diminta tampil sebagai representasi budaya Indonesia.
Namun, ia juga menyoroti tantangan mahalnya bahan baku seperti kain ripstop yang masih harus diimpor dan memerlukan ratusan meter untuk satu karya besar.
Siapkan Sekolah Kite Sport untuk Generasi Muda
Tak berhenti pada kompetisi, Lianawati kini tengah mempersiapkan sekolah olahraga layang-layang untuk anak-anak dan remaja. Program tersebut akan mencakup pelatihan teknik dua dan empat kendali yang menjadi standar kompetisi internasional.
“Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia tampil di panggung dunia. Ada pelatih, perlengkapan, dan pembinaan serius,” jelasnya.
Baginya, layang-layang bukan sekadar hobi masa kecil. Sejak kecil ia telah akrab dengan permainan ini, terpengaruh saudara-saudaranya yang gemar menerbangkan layangan. Kini, kecintaannya itu diteruskan hingga ke anak dan cucunya.
Festival di Lapangan Banteng menjadi momen perdana keterlibatannya di Jakarta dalam format kolaborasi Ramadan–Imlek. Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah.
“Kalau bisa setiap tahun. Supaya anak-anak punya ruang bermain, punya mimpi, dan punya kebanggaan sebagai anak Indonesia,” pungkasnya. (FS)***