Konferensi Pers, Alkhairaat jelang Silatnas
Menuju Satu Abad Alkhairaat, Silatnas Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Nasionalisme
- By Admin --
- Friday, 30 Oct, 2026
KOPERZONE - Menjelang usia satu abad pada 2027, Alkhairaat mulai memantapkan langkah untuk memperkuat peran dan kontribusinya bagi masyarakat Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2026 di Ballroom Hotel Sahid, Jakarta.
Mengangkat tema “Guru Tua Memanggil”, kegiatan nasional ini diharapkan menjadi ruang mempererat hubungan antarkeluarga besar Alkhairaat, menyatukan kekuatan organisasi, serta memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan nasionalisme.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, H. Mohsen Alaydrus, menilai Silatnas memiliki arti strategis bagi perjalanan organisasi. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk menegaskan kembali posisi Alkhairaat sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah kemajemukan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan Alkhairaat tidak dapat dipisahkan dari perjuangan pendirinya, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua. Organisasi ini dirintis pada 1930 di Palu, Sulawesi Tengah, dengan berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dan penguatan pemahaman agama.
Melalui pendekatan dakwah yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Guru Tua berhasil membangun kesadaran kolektif untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan. Dari gerakan tersebut, Alkhairaat berkembang dan memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
“Alkhairaat tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga lembaga pendidikan dan lembaga sosial kemasyarakatan,” ujar Mohsen.
Lebih lanjut, Mohsen menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan dan semangat kebangsaan. Baginya, menjalankan ajaran agama dan mencintai Tanah Air merupakan dua hal yang saling menguatkan.
Komitmen tersebut menjadi landasan Alkhairaat untuk terus mengambil bagian dalam memelihara persaudaraan, membangun toleransi, serta menjaga keharmonisan di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya.
Ketua Panitia Silatnas Alkhairaat, Syamsudin M. Pay, mengungkapkan bahwa tema “Guru Tua Memanggil” dirancang sebagai seruan moral sekaligus ajakan untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan pendiri Alkhairaat.
Menurut Syamsudin, terdapat empat substansi penting yang ingin disampaikan melalui tema tersebut. Pertama, mengajak seluruh keluarga besar Alkhairaat memperkuat pengabdian dan mengambil bagian dalam memajukan organisasi. Kedua, membangun kekuatan bersama melalui konsolidasi umat yang diperkirakan mencakup sekitar 20 juta jamaah dan simpatisan di 28 provinsi.
Pesan ketiga adalah mengembalikan akhlak, penguasaan ilmu pengetahuan, serta dakwah yang mengedepankan kedamaian dan toleransi sebagai karakter utama perjuangan Alkhairaat. Sementara pesan keempat berkaitan dengan peningkatan kontribusi organisasi bagi Indonesia melalui pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial, sekaligus menjaga keutuhan NKRI.
Besarnya kontribusi Alkhairaat tercermin dari jaringan lembaga pendidikan dan sosial yang telah dibangun. Saat ini, organisasi tersebut mengelola sekitar 2.000 madrasah diniyah awaliyah yang tersebar di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Indonesia timur.
Jaringan pendidikan itu juga diperkuat dengan keberadaan sekolah menengah, madrasah aliyah, serta Universitas Alkhairaat yang berpusat di Palu. Di bidang kesehatan, Alkhairaat turut memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui fasilitas rumah sakit.
Selain memperkuat konsolidasi internal, perjalanan menuju peringatan satu abad juga diisi dengan upaya memperjuangkan pengakuan negara terhadap jasa pendiri Alkhairaat. Salah satunya melalui usulan agar Guru Tua memperoleh gelar Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan kontribusinya dalam dunia pendidikan, dakwah, serta pembangunan bangsa.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga mempersiapkan seminar nasional yang akan diselenggarakan pada 30 November 2026.
Silatnas di Jakarta diharapkan menjadi titik penguatan bagi Alkhairaat dalam menyongsong satu abad perjalanan sekaligus mempersiapkan agenda perjuangan pada abad berikutnya.
Lebih dari sekadar peringatan perjalanan organisasi, momentum ini menjadi kesempatan untuk meneruskan warisan Guru Tua dalam membangun generasi berilmu, berakhlak, menjunjung tinggi toleransi, dan memiliki komitmen kebangsaan. Dengan semangat tersebut, Alkhairaat ingin terus hadir sebagai kekuatan pendidikan, sosial, dan keagamaan yang ikut menjaga persatuan Indonesia.***