Sejuta Kebaikan Kedelai untuk Indonesia Sehat

0
66

Jakarta, Koperzone.com—Klaim BPJS Kesehatan tahun 2018 dan beragam literatur menyebutkan sedikitnya tujuh jenis penyakit paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Ketujuh penyakit yang prevalensinya terus naik ini antara lain penyakit jantung, kanker, diabetes, penyakit pernafasan/TBC, hipertensi, stroke, gagal ginjal, termasuk kini Covid-19.

Guna mencegah terus bertambahnya penderita, pencegahan dan peduli kesehatan sejak dini adalah kunci dengan menerapkan pola dan gaya hidup sehat. Upaya pokoknya antara lain dengan mengonsumsi pangan yang sehat seperti kedelai.

Ketua Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB, Dr. Rimbawan, memaparkan begitu banyak manfaat dan kebaikan kacang kedelai untuk kesehatan manusia. Kedelai merupakan sumber protein nabati terbaik sehingga menjadi salah satu super food di dunia.

“Kedelai memiliki kandungan ajaib isoflavon. Isoflavon adalah zat antioksidan yang memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan tubuh manusia untuk melawan penyakit,” ungkapnya dalam Otsuka Jurnalis Webinar “Menebar Kebaikan Melalui Tulisan”, Senin (21/09/2020).

Selain sumber utama isoflavon, per 100 gram kacang kedelai mengandung 446 kalori (kcal), 20 g lemak, 0 mg kolesterol, 2 mg natrium, 1.797 mg kalium, 30 g karbohidrat, 9 g serat pangan, 7 g gula, 36 g protein, 22 IU vitamin A, 277 mg kalsium, 0 IU vitamin D, 0 µg vitamin B12, 6 mg vitamin C, 15,7 mg zat besi, 0,4 mg bitamin B6, dan 280 mg magnesium.

Rimbawan menyebutkan, sedikitnya terdapat delapan potensi manfaat kedelai. Yaitu, menyediakan protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna, membantu mengontrol berat badan (obesitas) dan mencegah naiknya kadar gula darah (diabetes), menurunkan risiko penyakit jantung dan kolesterol karena kandungan asam aminonya melebarkan pembuluh darah berdasarkan penelitian Utari 2010, meningkatkan kesehatan tulang dan mencegah risiko osteoporosis, mencegah dan menurunkan risiko kanker prostat, paru-paru, dan payudara, memperbaiki kondisi kesehatan masa menopause dengan mengurangi gejala tidak nyaman, memperbaiki fungsi kognitif lansia, dan menjaga kesehatan kulit.

“Berdasarkan uji klinis, kacang kedelai dapat menurunkan risiko tak mudah lupa (pikun) yang banyak dialami lansia, serta mengurangi kerutan wajah dan kulit serta meningkatkan sintetis kolagen agar kulit tetap kenyal dan awet muda. Makanya tidak aneh wanita Asia jarang mangalami keluhan menopause dibanding wanita di negara-negara Barat karena lebih banyak mengonsumsi zat isoflavon yang terdapat dalam kacang-kacangan termasuk kedelai dan sayur-sayuran,” beber Rimbawan.

Demikian halnya dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Rimbawan menyarankan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk rajin mengonsumsi makanan dan minuman yang berbahan kacang kedelai seperti tempe.

“Mengonsumsi kedelai dan produk olahannya seperti tempe bisa dioptimalkan di masa pandemi. Tempe, selain harganya murah, nutrisinya setara dengan daging sapi. Untuk mendapatkan nutrisi optimal, pengolahan tempe harus dilakukan secara tepat. Pengolahan terbaik adalah dengan dikukus. Pengukusan hanya akan mengurangi 13% protein. Sementara tempe yang digoreng akan kehilangan 40% hingga 60% protein,” katanya. (Acep Mulyana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here