Pelaku Investasi Bodong Diringkus di Cianjur

0
29

Cianjur, Koperzone.com—Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat, berhasil meringkus HA, seorang perempuan pelaku investasi bodong berkedok paket kurban, sepekan kemarin. HA sudah lama diincar pihak kepolisian lantaran menyeret lebih dari 1000 korban asal Cianjur, Bogor, Sukabumi, dan Bandung dengan jumlah kerugian materi miliaran rupiah.

Menurut Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, pelaku selama empat bulan menghilang dan tinggal berpindah-pindah. Bahkan pelaku beberapa kali mangkir saat dipanggil Polres Cianjur. “Anggota yang sempat melacak keberadaan tersangka akhirnya berhasil menangkap dia di wilayah Lembang-Bandung Barat. Sebelumnya tersangka sempat tinggal berpindah-pindah dan berdalih sedang dirawat di rumah sakit di Bandung,” ungkapnya.

Sebelumnya HA pemilik investasi bodong warga Desa Limbangansari, Cianjur, ditetapkan sebagai tersangka setelah Mapolres Cianjur mendapatkan barang bukti kuat terkait investasi bodong yang dikelola tersangka dan laporan seratusan orang ketua kelompok yang membawahi anggota lebih dari 1.000 orang.

Sementara itu, kuasa hukum salah satu korban, Rd. Anggi Triana Ismail dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, mengemukakan, penangkapan yang dilakukan oleh aparat Polres Cianjur merupakan awal proses penegakan hukum pidana dalam kasus tersebut.

“Kami apresiasi langkah Kapolres Cianjur selaku pimpinan penyidik, karena proses cukup cepat dan profesional. Penyidik tentunya harus bekerja maksimal walaupun pasal perbuatan pidananya sudah ditentukan sementara waktu. Karena tidak hanya sebatas menyempurnakan delik pidana saja, penyidik pun harus menemukan dan atau menentukan tersangka lainnya. Karena dugaan perbuatan jahat ini tidak mungkin dilakukan oleh HA sendiri. Akan banyak orang yang terlibat di dalamnya. Penyidik harus cermat dan tegas dalam menentukan tersangka,” katanya.

Menurut Anggi, dirinya selaku kuasa hukum korban yang notabene paling banyak dari wilayah Sukabumi sedang menyiapkan proses gugatan guna mengembalikan uang milik para korban. “Saya pun berharap pemerintah setempat juga harus turun tangan memberikan penyelesaian kasus hukum ini, bisa memberikan fasilitas kepada korban, setidaknya mengembalikan keyakinan pada korban yang mengalami trauma yang sangat mendalam karena kasus ini. Ke depan pun pemerintah pun harus lebih aktif untuk bisa mengantisipasi korporasi-korporasi nakal,” harapnya.(R1-Cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here