Ilustrasi (Chat GPT/AI)
Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Pembagian Doorprize Jadi Sorotan Warga
- By Admin --
- Tuesday, 21 Jul, 2026
KOPERZONE - Kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (20/7/2026) dini hari berlangsung meriah dan dipadati ribuan masyarakat. Namun, suasana yang semula penuh kegembiraan berubah menjadi sorotan setelah muncul polemik terkait pembagian hadiah doorprize di penghujung acara.
Acara yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut digelar oleh Korlantas Polri bersama Polda Metro Jaya sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat melalui momentum olahraga dunia. Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 sekaligus menikmati berbagai hiburan yang telah disiapkan panitia.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo hadir bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo selaku ketua pelaksana kegiatan, didampingi sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri. Dalam kesempatan itu, keduanya menyerahkan secara simbolis jersey Tim Nasional Argentina dan Tim Nasional Spanyol kepada perwakilan masyarakat sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta.
Selain nobar, panitia juga menghadirkan hiburan musik, bazar kuliner yang melibatkan pelaku UMKM, hingga pembagian berbagai hadiah menarik. Doorprize yang disiapkan antara lain sepeda, telepon genggam, televisi, sepeda motor listrik, sepeda motor matik, serta sejumlah hadiah lainnya. Paket sembako juga dibagikan kepada masyarakat dalam jumlah terbatas.
Selama pertandingan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif. Namun, setelah laga usai, sejumlah warga menyampaikan keberatan karena mengaku telah diumumkan sebagai pemenang doorprize, tetapi belum menerima hadiah yang seharusnya menjadi hak mereka.
Sejumlah peserta mempertanyakan mekanisme penyerahan hadiah. Menurut mereka, nama pemenang telah diumumkan melalui proses pengundian, namun masih ada hadiah yang belum sempat diterima hingga acara berakhir.
Di sisi lain, panitia menjelaskan bahwa seluruh nama pemenang telah dipanggil beberapa kali untuk mengambil hadiah di lokasi yang telah ditentukan. Karena tidak ada kehadiran maupun respons dari sebagian pemenang dalam batas waktu yang telah ditetapkan, panitia kemudian menutup proses pembagian hadiah sesuai prosedur yang berlaku.
Perbedaan pandangan mengenai mekanisme tersebut memicu adu argumentasi antara beberapa warga dengan panitia di lokasi. Meski situasi sempat memanas, kondisi tetap dapat dikendalikan dan tidak mengganggu jalannya penutupan kegiatan.
Pantauan awak media di lapangan juga menunjukkan masih terdapat sejumlah hadiah yang berada di area penyimpanan panitia hingga acara selesai. Hal ini memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai mekanisme penyaluran hadiah yang belum diterima oleh para pemenang yang namanya telah diumumkan.
Polemik tersebut menjadi evaluasi penting bagi penyelenggaraan kegiatan publik berskala besar, khususnya dalam aspek transparansi, kepastian prosedur, serta komunikasi kepada peserta. Mekanisme pembagian hadiah yang jelas dan tersosialisasi dengan baik dinilai dapat meminimalkan terjadinya kesalahpahaman di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia penyelenggara maupun pihak terkait mengenai tindak lanjut terhadap hadiah doorprize yang belum diterima oleh sejumlah pemenang.(FS)***