
KOPERZONE - Pengungkapan jaringan narkotika di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membuka temuan yang lebih serius. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya tidak hanya menemukan narkotika jenis sabu dan ekstasi, tetapi juga menyita empat pucuk senjata, terdiri dari dua senjata api dan dua air soft gun berikut amunisinya.
Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu, 2 September 2026 tersebut, polisi mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam perkara narkotika. Kelimanya masing-masing berinisial R.A.H. (41), N.A.S. (19), M.F. (28), A.N. (27), dan R.M. (24).
Pengungkapan kasus bermula ketika polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di kawasan Tambun Selatan.
Informasi itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi bergerak menuju lokasi pertama dan mengamankan R.A.H. bersama N.A.S. di depan sebuah minimarket.
Keduanya langsung digeledah. Polisi menemukan sabu seberat 7,32 gram. Namun, temuan tidak berhenti pada narkotika. Petugas juga menemukan senjata serta air soft gun berikut amunisinya.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan pemeriksaan terhadap kedua orang tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengungkap lokasi berikutnya.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, kami kemudian memperoleh informasi mengenai sumber narkotika tersebut. Tim selanjutnya melakukan pengembangan melalui TKP kedua yang masih di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,” kata Ardyan, dalam keterangan yang diterima, Kamis (10/9/2026).
Petugas kemudian mendatangi sebuah rumah di kawasan perumahan Tambun Selatan. Di lokasi tersebut, polisi menemukan tiga orang, yakni M.F., A.N., dan R.M.
Menurut polisi, ketiganya didapati sedang menggunakan narkotika jenis sabu secara bersama-sama.
Penggeledahan kemudian dilakukan. Hasilnya, petugas kembali menemukan sabu seberat 15,19 gram. Selain itu, ditemukan tujuh butir ekstasi dan satu cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.
Yang membuat perkara ini semakin serius, polisi kembali menemukan senjata. Satu pucuk senjata api dan satu air soft gun berikut pelurunya turut diamankan dari lokasi tersebut.
Dari dua lokasi pengungkapan, polisi akhirnya mengamankan total 22,51 gram sabu, tujuh butir ekstasi, satu cartridge vape yang diduga mengandung etomidate, delapan alat hisap atau bong, dua pucuk senjata api, dua air soft gun, 16 butir peluru tajam, dua botol peluru air soft gun, serta sembilan unit telepon seluler.
Temuan empat pucuk senjata tersebut kini menjadi salah satu bagian penting yang didalami penyidik. Polisi belum menyimpulkan bahwa seluruh senjata tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas peredaran narkotika. Namun, keberadaannya di dalam perkara yang berkaitan dengan narkotika dinilai memiliki potensi ancaman tersendiri.
“Temuan tersebut tentunya menjadi perhatian serius bagi kami karena keberadaan senjata api dan amunisi dalam perkara narkotika memiliki potensi menimbulkan ancaman yang lebih besar terhadap keamanan masyarakat,” ujar Ardyan.
Penyidik masih menelusuri asal-usul senjata, kepemilikan, serta kemungkinan hubungan senjata tersebut dengan jaringan narkotika yang sedang dibongkar.
“Kami sedang mendalami secara serius apakah senjata tersebut hanya terkait dengan kepemilikan pribadi ataupun keterkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, perlindungan jaringan, maupun kemungkinan tindak pidana lainnya,” tegasnya.
Lima orang yang diamankan bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap lebih jauh jaringan, sumber narkotika, serta latar belakang kepemilikan senjata dan amunisi yang ditemukan dalam perkara tersebut.
Kasus ini menunjukkan bahwa pengungkapan narkotika di Tambun Selatan tidak berhenti pada ditemukannya barang terlarang. Polisi kini juga harus mengurai pertanyaan yang lebih besar: dari mana senjata dan amunisi tersebut berasal, siapa pemilik sebenarnya, dan apakah keberadaannya memiliki kaitan dengan aktivitas jaringan narkotika yang tengah dibongkar.(FS)***