
KOPERZONE - Kabar duka menelepon keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Sespusdokkes Polri, Brigjen Pol. Dr.dr. Farid Amansyah, Sp.PD., FINASIM, dimakamkan secara militer di Taman Makam Kehormatan Polri, Cikeas Udik, Gunung Putri, Bogor, Sabtu (9/5/2026).
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat utama Polri, keluarga besar Pusdokkes Polri, sahabat, serta kerabat almarhum.
Perwira Tinggi Polri yang dikenal sebagai sosok dokter humanis dan penyelamatan itu meninggal dunia pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Informasi duka tersebut tersebar luas di lingkungan internal Polri dan dunia kesehatan sejak pagi hari.
Hingga saat ini, pihak keluarga maupun institusi Polri belum menyampaikan secara rinci penyebab wafatnya almarhum kepada masyarakat. Namun sejumlah sumber menyebutkan, sebelum meninggal dunia, Brigjen Farid masih sempat menjalankan aktivitas seperti biasa, bahkan dikabarkan masih melakukan olahraga ringan pada hari-hari terakhirnya.
Kepergian mendadak tersebut membuat banyak pihak merasa kehilangan, terutama rekan sejawat di lingkungan kedokteran kepolisian.
Semasa hidupnya, Brigjen Farid Amansyah dikenal sebagai sosok yang menggabungkan disiplin seorang perwira Polri dengan dedikasi seorang dokter spesialis penyakit dalam.
Lahir di Makassar pada tanggal 9 Januari 1970, Farid menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Hasanuddin dan menyelesaikan studi dokter pada tahun 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan spesialis penyakit dalam hingga meraih gelar Sp.PD pada tahun 2005. Tak berhenti di sana, almarhum juga menyelesaikan program doktor ilmu kedokteran pada tahun 2023.
Karier kepolisiannya dimulai melalui jalur pendidikan PAPK Polri pada tahun 1997. Sejak itu, namanya terus menanjak di lingkungan Korps Kedokteran dan Kesehatan Polri.
Ia pernah memimpin sejumlah rumah sakit Bhayangkara di berbagai daerah, mulai dari Medan, Bandung, hingga Makassar. Pengalaman panjang di lapangan menjadikannya dikenal sebagai gambaran yang memahami pelayanan kesehatan kepolisian dari tingkat teknis hingga manajerial.
Sebelum menjabat Sespusdokkes Polri, almarhum juga pernah diyakini menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Kabidyankes Pusdokkes Polri serta sempat menjadi Pelaksana Tugas Kapusdokkes Polri pada tahun 2022. Di internal institusi, Brigjen Farid dikenal sebagai sosok yang tenang, rendah hati, tegas dalam pengambilan keputusan.
Tidak hanya aktif di lingkungan Polri, Brigjen Farid juga terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan dan kegiatan kesehatan berskala nasional maupun internasional. Ia pernah menjadi bagian dari Misi Kesehatan Haji Indonesia tahun 2005 dan mengikuti forum internasional kesehatan di Lyon, Prancis.
Selain itu, beliau juga aktif dalam program rehabilitasi kesehatan dan penanganan pasien pascarehabilitasi di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Atas pengabdiannya, almarhum menerima berbagai penghargaan, di antaranya Pin Emas Kapolri pada tahun 2020, Bintang Bhayangkara Nararya pada tahun 2021, serta sejumlah Satyalancana pengabdian. Rekam jejak tersebut menjadikan Brigjen Farid sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan sistem kesehatan Polri modern.
Upacara pemakaman militer berlangsung penuh penghormatan. Prosesi pemberangkatan jenazah dilakukan dari rumah duka di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, sebelum diberangkatkan menuju TMP Polri Cikeas. Sejumlah perwira tinggi Polri tampak hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Isak haru keluarga pecah ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Tembakan salvo dan penghormatan militer mengiringi pengiriman perwira tinggi yang telah mengabdikan hidupnya bagi institusi Polri dan dunia kesehatan Indonesia itu.
Kepergian Brigjen Pol. Dr.dr. Farid Amansyah bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Polri, tetapi juga bagi dunia medis nasional. Sosoknya dikenang sebagai dokter, pemimpin, sekaligus abdi negara yang sepanjang hidupnya berada di garis depan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.(FS)***