
KOPERZONE - Puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang berlangsung meriah melalui laga final mini soccer yang digelar di Lapangan Hijau, Jumat sore (24/4/2026).
Pertandingan tersebut mempertemukan Tim Blok A melawan Tim Petugas, dengan kemenangan meyakinkan 2-0 untuk Tim Blok A.
Sorak sorai Warga Binaan yang memenuhi area lapangan menambah semarak suasana. Antusiasme penonton menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat, sekaligus menunjukkan tingginya partisipasi dalam rangkaian kegiatan HBP tahun ini. Laga berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan olahraga yang digelar bukan semata-mata ajang kompetisi. Menurutnya, momentum ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian Warga Binaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan sportivitas. Ini menjadi bekal penting bagi mereka ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya dilansir, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, penanggung jawab lomba mini soccer, Hariyandi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) HBP ke-62. Beragam cabang olahraga dan seni turut digelar guna mendukung pembinaan secara menyeluruh.
“Tidak hanya mini soccer, kami juga menyelenggarakan badminton, tenis meja, catur, hingga lomba karaoke. Semua kegiatan ini dirancang untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat mental dan kekompakan Warga Binaan,” jelasnya.
Partisipasi aktif para peserta dan dukungan penuh dari penonton menjadi bukti bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif. Salah satu Warga Binaan berinisial FR mengungkapkan bahwa ajang tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antar sesama.
“Pertandingannya seru, kami jadi lebih kompak dan belajar menghargai satu sama lain,” katanya.
Melalui Porsenap HBP ke-62, Lapas Cipinang terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga membangun karakter, memperkuat rasa persatuan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen dalam mencetak Warga Binaan yang sehat, berintegritas, dan siap kembali berkontribusi positif di masyarakat. (FS)***