Pilkades Belum Dimulai, Pendukung Calon Sudah Dipolisikan

0
16

Bogor, Koperzone.com—Kendati di tengah pandemi Covid-19, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bogor bakal tetap digelar pada penghujung tahun 2020. Pilkades ini akan digelar di 88 desa yang tersebar di 34 kecamatan.

Satu bulan menjelang Pilkades ternyata sudah mulai memanas di beberapa desa. Ini seperti terjadi di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Salah seorang pendukung calon Kepala Desa berinisial AES dkk dilaporkan ke Mapolres Bogor atas dugaan pengeroyokan dan pengrusakan kendaraan roda empat milik keluarga GS.

Kuasa hukum keluarga GS, Rd. Anggi Triana Ismail, dalam keterangannya persnya mengemukakan, kejadian pengeroyokan dan pengrusakan kendaraan tersebut bermula saat anak GS mendatangi kediaman AES yang beralamat di Kampung Cimanggu RT 05/05 Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor untuk mengklarifikasi terkait video yang beredar dalam acara kampanye AES.

“Dalam video berdurasi tersebut, AES diduga telah menghina keluarga besar Alm. DR. Tb. Munir Sasmita (suami klien) dengan perkataan yang bersifat penghinaan terkait gelar TB yang berarti Tubagus diplesetkan menjadi penyakit TBC (tuberculosis), serta memepertanyakan gelar Doktor Honoris Causa yang didapatkan oleh Alm. DR. Tb. Munir Sasmita,” ungkapnya.

Anak klien GS, kata Anggi, mendatangi kediaman AES untuk mengklarifikasi supaya dalam kampanye tidak harus menjelekkan keluarga GS karena bukan merupakan hal yang subtantif dalam proses pencalonan untuk menjadi seorang Kepala Desa.

“Anak klien kami pada yang saat itu datang seorang diri malah dihadang oleh para pendukung AES yang mengenakan seragam serba hitam. Selain dugaan pengeroyokan kepada anak klien kami, kendaraan milik klien pun ikut menjadi sasaran pengrusakan sehingga menyebabkan kendaraan tersebut tidak dapat dipakai lagi, dan saat ini kendaraan tersebut masih berada di Kepolisian Sektor Klapanunggal,” ujar Anggi sembari memperlihatkan surat laporan polisi nomor LP/B/564/XI/2020/JBR/RES BGR tertanggal 23 November 2020.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai dengan klien kami mendapatkan rasa keadilan. Sehingga publik dapat mengetahui secara terang benderang terkait kebenaran sejati dari kasus ini, tidak ada pemotongan cerita kembali. Publik harus tahu tentang kebenaran sejati dalam kasus ini karena publik sudah luput dengan keterangan AES yang dipotong-potong,” tegasnya.(R1-Cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here