Barang Kena Cukai Ilegal Senilai Rp5 Miliar Dimusnahkan

0
14

Bogor, Koperzone.com—Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) se-Provinsi Jawa Barat yakni di Bandung, Bekasi, Purwakarta, Cikarang, Bogor, Cirebon, dan Tasikmalaya, secara serentak melakukan pemusnahan barang kena pajak ilegal secara daring, Kamis (26/11/2020). Nilai barang kena cukai ilegal yang dimusnahkan senilai Rp5 miliar dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara sebesar Rp3,4 miliar.

Selama rentang tahun 2017 hingga 31 Oktober 2020, KPPBC se-Jabar melakukan sebanyak 2.088 kali penindakan di bidang cukai terhadap 36,07 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang hasil penindakan sebesar Rp30,5 miliar.

Adapun barang kena cukai yang dimusnahkan, hasil tembakau berupa sigaret (rokok) sebanyak 4.845.450 batang, hasil tembakau berupa tembakau iris (TIS) sebanyak 1.000.709 gram, minuman mengandung Etil alkohol (MMEA) sebanyak 13.246 botol=3.925.900 ml, dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) berupa e-liquid/vape sebanyak 6.580 botol=436.580 ml, dengan nilai barang kena cukai ilegal yang dimusnahkan sebesar Rp5 miliar lebih dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara sebesar Rp3,4 miliar.

Khusus di wilayah Bogor, menurut Plt. Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean A Bogor, Edwan Isrin, barang kena cukai ilegal yang dimusnahkan senilai Rp504 juta. Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) ini merupakan hasil penindakan cukai rentang tahun 2017 hingga 2020.

“Nilai cukai barang yang dimusnahkan di Kota Bogor sekitar Rp504 juta yang terdiri dari rokok tembakau iris dan sigaret mesin sebanyak 500 ribu batang. Untuk tembakau iris sekitar 530 kg, rokok elektrik sekitar 341.286 milliliter atau sebanyak 5.337 botol. Total kerugian negara sekitar Rp504 juta, nilai cukai yang seharusnya didapat negara,” jelas Edwan Isrin. Melalui pemusnahan BMN hasil penindakan ini diharapkan peredaran rokok ilegal di wilayah Bogor menurun dan tidak ada lagi pelanggaran di bidang cukai.

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai dari Dirjen Bea dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menyatakan kontribusi penerimaan cukai adalah sekitar 10 persen dari APBN rata-rata setiap tahun dan menjadi terbesar di Asia yang rata-rata 2 hingga 5 persen. Jika dilihat secara keseluruhan, kontribusi cukai sebesar 95 persen dari penerimaan total bea dan cukai.(R1-Cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here